Sabtu, 26 November 2011

Ada yang Salah dengan 'Setan Merah'


Manchester United gagal mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions pekan ini setelah ditahan imbang Benfica. Eks kiper mereka, Mark Bosnich, menyebut ada yang salah dengan 'Setan Merah'.

Namun, kalau mau melihat catatan, performa MU masuk dalam kategori "awas", bukan hanya di Liga Champions saja. Hal serupa juga terjadi di Premier League.

Usai dihantam Manchester City 1-6, MU memang terus meraih kemenangan di tiga laga berikutnya. Namun, semuanya mereka raih dengan skor tipis 1-0. Setelah menang 1-0 atas Swansea, Ryan Giggs pun bersuara. Ia menyebut, The Red Devils belum tampil dengan kemampuan terbaik.

"Ada sesuatu yang salah di Manchester United dan mereka harus segera memperbaikinya," ujar Bosnich seperti dilansir ESPN Star.

Di Liga Champions, MU baru dua kali memetik kemenangan, yang mana keduanya diraih atas Otelul Galati, yang bisa dibilang tim terlemah di Grup C lantaran selalu menjadi bulan-bulanan tim lainnya.

Skuad arahan Sir Alex Ferguson itu juga gagal memaksimalkan dua laga kandang, di mana mereka ditahan Basel 3-3 dan terakhir diimbangi Benfica 2-2. Akibatnya, alih-alih memastikan diri lolos lebih dulu, mereka malah "memberikan" tiket ke babak 16 besar untuk Benfica.

"Anda selalu berharap mereka bakal tampil bagus setelah Natal. Tapi, jika mereka tidak bisa mendapatkan hasil ketika tandang ke Basel, mereka tak layak untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions," lanjut Bosnich.

"Saya tak akan terkejut jika Sir Alex terjun ke bursa transfer Januari untuk memperkuat pertahanan. Pertahanan mereka tampak selalu berubah, dan di Liga Champions mereka selalu kesulitan melawan tim yang bukan tim besar Eropa."

"Jika mereka melawan Barcelona atau Real Madrid dan bertahan seperti itu, mereka bisa memunguti bola dari jala seperti yang mereka alami ketika melawan Manchester City," simpul pria berkebangsaan Australia ini.

Sir Alex memang tercatat banyak melakukan rotasi dalam formasi empat bek di belakang. Tercatat, dalam 19 pertandingan pertama yang dilakoni MU di semua kompetisi, manajer asal Skotlandia itu sudah mencoba 15 kombinasi empat bek. Hal ini termasuk ketika dia memainkan Phil Jones dan Chris Smalling, yang aslinya adalah bek tengah, sebagai bek kanan.

Namun, tak semua setuju permasalahan MU ada di lini belakang. Beberapa berpendapat bahwa banyaknya serangan yang diterima adalah akibat bocornya lini tengah, di mana MU sama sekali tak punya seorang gelandang bertahan murni.

Tenaga luar biasa yang diperlihatkan mereka di awal musim, ketika meraih lima kemenangan berurutan--termasuk mengalahkan Arsenal 8-2 dan Chelsea 3-1--, belum diperlihatkan lagi seiring dengan cederanya Tom Cleverley dan menurunnya performa Anderson. Dua nama terakhir itu disebut sebagai faktor penting dari mengalirnya permainan MU di masa start musim.

Sumber: detiksport.com

Selasa, 22 November 2011

Surat untuk Kurnia Meiga, Egi, Tibo, dkk.



Kepada semua punggawa timnas U-23, ingatlah: sejarah hanya mengabadikan nama para juara. Maka, bertarunglah, menanglah, dan jadikan namamu abadi!

Yeah, sejarah memang kerap tak adil bagi mereka yang kalah, mereka yang mungkin sudah bertarung sekuatnya dan melawan dengan sebaik-baiknya. Tapi, apa boleh bikin, begitulah tabiat sejarah: ia hanya mencatat para pemenang, hanya mau mengabadikan para juara.

Kadang ada yang berkata kemenangan bukan segalanya. Ada juga yang bilang yang terpenting bermain dengan indah dan bertanding dengan penuh kegembiraan.

Perkataan seperti itu tak sepenuhnya salah. Tapi, Kawan, mungkin kau juga sudah sangat tahu: Indonesia sudah terlalu sering kalah dan akhirnya terbiasa menjadi pecundang. Sedihnya lagi, kekalahan yang datang seringkali bukan jenis "kekalahan yang indah", tapi kekalahan yang sebenar-benarnya kekalahan: kalah secara hasil, kalah secara permainan, dan tragisnya kadang diselimuti bau gajah yang tak sedap .

Dua puluh tahun sudah Indonesia berada dalam situasi seperti itu, 20 tahun sudah Indonesia tak merasakan pengalaman menjadi juara. Indonesia hanya pernah mengendus bau juaranya saja, tapi tak pernah benar-benar bisa merengkuhnya. Setelah 1991, beberapa kali Indonesia "nyaris" jadi juara, tapi tak lebih dari "nyaris", hanya "nyaris". Tidak di SEA Games, tidak di Piala AFF/Tiger. Semua serba "nyaris".

Karena terbiasa dengan "nyaris", itu pula yang selalu diulang-ulang dan diceritakan: nyaris mengalahkan Uni Soviet di Olimpiade 1956, nyaris lolos Olimpiade 1976, nyaris juara Piala AFF, dan nyaris-nyaris yang lain. Karena terbiasa dengan "nyaris" itu jugalah kita dilenakan oleh julukan-julukan yang simbolik saja: (pernah jadi) Macan Asia, negara gila bola, dll., dkk.

Karena itulah surat ini ingin berterus terang mengatakannya: Indonesia tak bisa terjerembab lebih lama dan terperosok lebih dalam lagi. Indonesia butuh sebuah pencapaian baru, sebuah tonggak, suatu milestone, yang dibangun oleh tangan dan kaki dari generasi terbaru. Karena kita tak bisa lagi terus menerus mengelap-elap peninggalan lama saat para jiran kita sudah melaju dan memancangkan target-target baru yang lebih jauh.

Apa boleh bikin! Beban itu kali ini memang ada di pundakmu. Ya, beban. Aku harus berterus terang mengatakannya karena tak ingin mengenteng-entengkan hanya sekadar untuk membesarkan hati. Lagi pula, aku juga tak ingin berpura-pura, kami tak ingin berpura-pura: Indonesia ingin gelar juara.

Hanya dengan itulah aku (mungkin juga Indonesia) akan mengingat nama kalian, mengenang sampai lama, sampai jauh di kemudian hari!

Sejarah itu, Kawan, hari ini sudah di depan ujung hidungmu. Hanya tinggal sejengkal lagi jaraknya dari jangkauan kedua tanganmu. Apakah kau sudah bisa mulai mencium baunya? Apakah kau sudah mulai dapat mengendus aromanya?

Kesempatan yang sudah amat dekat ini, peluang untuk diingat dan dikenang ini, mungkin tak akan datang sebanyak dua kali. Generasi berikutnya mungkin akan mendapat kesempatan serupa, tapi tak ada yang bisa menjamin kau akan mendapatkan kesempatan seperti ini sekali lagi. Siapa tahu ini akan jadi kesempatanmu satu-satunya.

Kawan, tentu kau tidak akan sudi menukar momen bersejarah ini dengan apa pun juga, bukan?

Jadi, bertandinglah seakan-akan laga final SEA Games 2011 adalah pertandingan terakhirmu. Menderita dan sekaratlah hanya untuk hari ini saja agar selanjutnya kau bisa menjalani sisa hidupmu sebagai seorang juara!

Bung, ayo, Bung!

===========

*Penulis adalah penyuka sejarah, penikmat sepakbola. Beredar di dunia maya dengan akun Twitter @zenrs

Sumber : detiksport.com

Sabtu, 19 November 2011

Gol Tunggal Chicharito Menangkan MU


 Manchester United berhasil membawa pulang angka penuh dalam lanjutan Liga Inggris. Melawat ke markas Swansea City, The Red Devils menang tipis dengan skor 1-0.

Swansea menjamu MU di Liberty Stadium, Minggu (20/11/2011) dinihari WIB. Javier "Chicharito" Hernandez jadi pahlawan dengan gol tunggalnya di menit 11.

Menurut catatan Soccernet, kedua tim memiliki penguasaan bola sama besarnya. Tapi MU punya jumlah tembakan lebih banyak 13:10 milik tim tuan rumah.

Dengan kemenangan ini, MU tetap berada di posisi kedua dengan nilai 29 dari 12 laganya, terpaut lima angka dari Manchester City di puncak klasemen.
Sementara Swansea turun ke peringkat 13 dengan koleksi nilai 13.

Susunan Pemain
SWANSEA: Vorm, Rangel, Williams, Monk, Taylor, Sinclair, Routledge (Allen 45') Gower (Dobbie 77'), Britton, Dyer, Graham.

MAN UNITED: De Gea, Jones, Ferdinand, Vidic, Evra (Fabio 51'), Nani, Park, Carrick, Giggs (Fletcher 76'), Rooney, Hernandez (Valencia 84').

Sumber : detiksport.com

Perjuangan 'Garuda Muda' Belum Selesai

Good Bye Vietnam! Ini Saatnya Indonesia Berpesta (Foto) - Indonesia_final_6.jpg
Pemain sayap timnas U-23 Indonesia, Oktovianus Maniani, dihadang pemain Vietnam dalam pertandingan semifinal SEA Games XXVI di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (19/11/2011). Indonesia menang 2-0 dan lolos ke final, untuk berhadapan dengan Malaysia.
Good Bye Vietnam! Ini Saatnya Indonesia Berpesta (Foto) - Indonesia_final_7.jpg
Kapten Timnas U-23 Indonesia, Egi Melgiansyah, dihadang pemain Vietnam dalam laga semifinal SEA Games XXVI di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (19/11/2011). Indonesia menang 2-0 dan lolos ke final, untuk berhadapan dengan Malaysia.

Good Bye Vietnam! Ini Saatnya Indonesia Berpesta (Foto) - Indonesia_final_3.jpg

Kemenangan gemilang Indonesia atas Vietnam memang sangat layak disyukuri. Namun, kemenangan itu tak boleh dirayakan terlalu lama karena 'Garuda Muda' masih punya satu pertandingan lagi.

Indonesia kini sudah menjejakkan kaki di final sepakbola SEA Games XXVI usai mengalahkan Vietnam 2-0 di semifinal, Sabtu (19/11/2011) malam WIB. Di partai puncak, Senin (21/11/2011) mendatang, Indonesia akan bertemu lagi dengan Malaysia yang lolos setelah menyingkirkan Myanmar.

"Malam ini juga, saya akan bicara dengan pemain saya. Lupakan pertandingan malam ini, lupakan, lupakan, dan lupakan," ucap pelatih Rahmad Darmawan seusai laga lawan Vietnam.

"Besok, kita akan melakukan recovery training dan mereka harus membantu dengan istirahat yang benar, mengonsumsi makanan yang benar. Dan kita akan melakukan aktivitas di hotel saja pada jam 4 sore. Jadi, malam ini saya akan beri istirahat yang baik buat pemain," sambungnya.

Rahmad berharap publik tanah air tak terlalu menyanjung keberhasilan timnya. Dengan satu laga tersisa melawan Malaysia, Egi Melgiansyah dkk. masih butuh satu kemenangan lagi untuk bisa merebut medali emas.

"Sekali lagi, ini belum selesai. Teman-teman tolong bantu kita untuk kita bisa menggapai cita-cita untuk memberi hadiah kepada masyarakat Indonesia dengan tidak terlalu mengangkat tim ini seperti sudah juara," pinta Rahmad.

"Saya mohon itu saja karena ini belum selesai. Belum ada apa-apanya. Kita belum buktikan bisa menang lawan Malaysia," tandasnya.

Lupakan Beckham! Timnas U-23 Fokus SEA Games

Timnas U-23 Indonesia

LA Galaxy dijadwalkan akan menghadapi Timnas U-23 pada laga eksebisi nanti. PSSI dan Mahaka Sport menunjuk Timnas U-23 sebagai bentuk apresiasi atas penampilan Pasukan Garuda Muda yang mengesankan di ajang SEA Games 2011.  
Ini tentunya akan menjadi pengalaman berharga bagi skuad asuhan Rahmad Darmawan. Patrich Wanggai dkk mendapat kesempatan emas untuk meladeni permainan Beckham, eks ikon Manchester United dan Kapten Timnas Inggris. Becks dalam kontrak tur ini wajib bermain minimal 45 menit.
Namun skuad Timnas U-23 belum mau memikirkan soal pertandingan langka tersebut. Ketika hal ini ditanyakan kepada bek kiri Diego Micheils, ia belum mau berkomentar.
"Sorry...tanyakan itu pada saya setelah SEA Games. Saya tidak memikirkan tentang pertandingan tersebut. Fokus saya dan teman-teman sekarang ini untuk memenangi SEA Games, itu lebih penting," kata Diego, yang berkesempatan terlibat head to head dengan Becks yang bermain sebagai sayap kanan. 
Saat ini Diego dkk memang harus fokus untuk merebut medali emas SEA Games 2011. Jika berhasil, itu akan menjadi nilai lebih saat menghadapi LA Galaxy. Inilah duel peraih medali emas kontra tim Major League Soccer (MLS) bersama bintang dunia David Beckham.

Jumat, 18 November 2011

Pasar di Asia mendongkrak pendapatan klub Manchester United


Cendera mata Manchester United



Manchester United menikmati keberhasilan di luar lapangan setelah mencatat peningkatan pendapatan sebagian besar karena pemasaran di Asia.

Pendapatan Manchester United dalam tiga bulan terakhir meningkat 16% menjadi £73,8 juta.
Direktur komersial United Richard Arnold mengatakan kekuatan 'nama' klub merupakan aset unik yang tidak dapat ditiru oleh klub-klub saingan.
Manchester United menikmati pangsa pasar besar di Asia antara lain dengan berbagai iklan dan bentuk pemasaran lain.
"Hanya ada satu Manchester United," kata Arnold. "Strategi klub adalah pengetahuan orang (tentang suatu klub) dan saya sangat beruntung bersama klub ini."
"Kerja keras membantu kami untuk sampai pada posisi seperti sekarang ini dan kami tengah merancang rencana masa depan."
"Saya tidak khawatir dengan klub-klub lain dan kami hanya fokuskan pada masa depan," tambahnya.
Dalam musim pertandingan lalu, United mencatat pendapatan £331,4 juta dan keuntungan £110,9 juta dengan keberhasilan sebagai juara liga dan finalis Liga Champions.
Manchester United ditundukkan Barcelona dalam final Liga Champions musim pertandingan lalu.
Namun menyamai rekor pendapatan itu akan sulit karena dominasi di liga Inggris dibayang-bayangi oleh kekuatan Manchester City yang membantai Manchester United 6-1 bulan lalu.

Kamis, 17 November 2011

Trio Papua mungkin diistirahatkan lawan Malaysia


Timnas U-23 Indonesia

Penonton diperkirakan banjiri Gelora Bung Karno karena antusias melihat timnas melawan malaysia.

Trio Papua -Patrich Wanggai, Titus Bonai, Okto Maniani- mungkin tidak akan merumput dalam laga grup Sea Games malam ini dalam babak grup U-23 melawan timnas muda Malaysia.

Strategi utama timnas merah putih, menurut manajer tim U-23 Roso Daras, adalah memberi kesempatan pada pemain yang baru diturunkan setengah atau bahkan belum pernah merasakan pertandingan, untuk melawan Malaysia.

"Kita dalam posisi tanpa beban karena sudah pasti lolos babak grup, karena itu kita ingin gunakan kesempatan ini untuk rotasi pemain,"kata Roso.

Meski demikian, menurut Roso, timnas sangat memahami keingin masyarakat untuk melihat garuda juara melawan tim harimau malaya.

"Apalagi sejak awal Sea Games mereka selalu jadi musuh bebuyutan kita,"tambahnya.

"Kita akan turun 100 persen, siapa pun pemain yang akan mendapat kesempatan nanti,"janjinya, sambil mengatakan lini garuda muda selengkapnya baru diumumkan pukul 16.00 wib sore nanti.

Dalam kalkulasi pelatih Rahmad Darmawan, tambah Roso, muncul nama seperti Yongki Ariwibowo yang bila turun bermain memegang ban kapten.

Mantan striker Arema yang juga pernah bermain untuk timnas senior itu menurut Roso berkesempatan turun malam nanti.

Dan karena posisinya sama dengan Wanggai dan Bonai, maka peluang mengistirahatkan dua striker andalan itu menjadi terbuka.

"Masyarakat harus paham, target kita bukan menang melawan Malaysia. Target kita adalah emas dalam Sea Games ini,"tegas Roso.

Disimpan

Tidak seperti Indonesia, Timnas Malaysia masih berpeluang gagal lolos ke babak selanjutnya, meski peluangnya kecil.

Mereka dipastikan akan bermain ngotot untuk menggondol kemenangan malam nanti.

Namun bagi skuad garuda muda pertandingan malam nanti justru dipandang punya peluang untuk menciptakan jebatan kartu kuning maupun merah bagi pemainnya.

"Ini kan beresiko sekali, kita lebih baik berjaga-jaga untuk menciptakan barisan terbaik pada final nanti," tegas Roso.

Itu berarti, meski trio Papua dianggap masih saktiuntuk skuad merah-putih, kemungkinan menyimpan mereka dari lapangan disiapkan sebagai opsi untuk mengantisipasi timbulnya jebakan kartu kuning maupun merah.

"Pokoknya kita minta fans memahami dan tetap mendukung lah, kita akan tetap tampil 100%," janji Roso.

Laga malam ini banyak ditunggu penggila bola tanah air karena akan merupakan kesempatan untuk membalas kekalahan menyakitkan pada final AFF Desember lalu, dimana Malaysia mengandaskan mimpi Indonesia untuk meraih gelar juara.

Sumber : detiksport.com

Selasa, 15 November 2011

Masih Tetap Dukung Garuda Senior !

detiksport

Laga ke 5 Timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2014 akan berlangsung nanti malam (Selasa, 15 Oktober 2011). Pertandingan terakhir untuk Timnas Indonesia Senior di tahun 2011. Karena lanjutan Kualifikasi PPD sendiri akan kembali dilanjutkan awal tahu 2012.
Kalah di 4 pertandingan sebelumnya, tentu bukan hasil yang baik untuk Bambang Pamungkas cs. Tidak mengasilkan poin, kebobolan sebanyak 12 gol dan baru bisa memasukkan 2 gol, semakin menyudutkan posisi Indonesia di klasemen Grup E.
Setelah di hempaskan Qatar 4-0 Timnas Indonesia pun sudah dipastikan tersingkir dari perebutan tiket ke babak selanjutnya.
Dan pertandingan nanti malam Indonesia akan menghadapi pemuncak Klasemen, Iran. Di pertandingan nanti Iran dipastikan akan tampil habis-habisan untuk memastikan satu tiket ke putaran selanjutnya. Iran seharusnya bisa lolos seandainya bisa menang kala menjamu Bahrain kemarin. Namun hasil imbang 1-1 membuat Iran harus kembali berjuang. Dengan poin 8, Iran masih bisa di lewati Qatar dan Bahrain.
Sementara Indonesia, pertandingan ini adalah pertandingan terakhir Garuda di kandang. Laga terakhir Grup E Indonesia akan melawat ke Bahrain.
Akankah GBK kembali riuh rendah oleh sorak sorai pendukung Timnas Indonesia? Masih adakah gelora semangat untuk Garuda yang sedang berjuang?
Atau semua pendukung Indonesia sudah terlanjur berpaling meninggalkan Senior kearah Garuda Muda?
Ini masih Indonesia Bung…!!!
mau yang senior ataupun yang muda, mau usia 14, 19, 23 atau tua sekalipun mereka tetap mengatasnamakan Indonesia. Mereka tetaplah pemain-pemain terbaik di Indonesia. Mereka bisa dipastikan berjuang untuk nama baik Indonesia.
Menang dan kalah itu hasil pertandingan. Jika kebetulan Timnas Senior mengalami kekalahan beruntun, jangan ditinggalkan. Tetap hargai perjuangan mereka. Tunjukkan pada semua, Timnas Indonesia punya Suporter, bukan penonton (mendukung saat menang dan berpaling saat kalah).
Kekalahan dan tersingkirnya Timnas Indonesia pasti membuat sedih. Kecewa juga iya. Dan itu dirasakan semua pencinta sepakbola di Indonesia. Tapi jangan di warni dengan celaan dan cacian. Berikan masukan yang positif untuk kemajuan Indonesia. Dukung sepakbola Indonesia dengan memberi masukan bukan hinaan.
Tetap dukung Timnas Indonesia. Setidaknya untuk bisa menghasilkan poin di Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2014.

TETAP DUKUNG TIMNAS SENIOR INDONESIA !!
INDONESIA BISA !!!!

sumber :  blogdetik.com

Senin, 14 November 2011

Indonesia Ke Semifinal Setelah Mengantarkan Thailand Berkemas Lebih Awal



Garuda Muda kembali meraih kemenangan. Kali ini salah satu pesaing Indonesia di Asia Tenggara yang menjadi korban. Di pertandingan ke 3 Sea Games tadi malam, Timnas U-23 mengalahkan Thailand U-23 dengan skor 3-1 sekaligus memastikan satu tiket di babak semifinal.

Gol kemenangan Indonesia di persembahkan oleh Titus Bonai, Patrich Wanggai dan Ferdinan Sinaga. Sementara gol balasan dari Thailand di dapat lewat penalti Ronnachai Rangsiyo.
Pertandingan di warnai dengan 2 karu merah untuk pemain Thailand. Keputusan tepat dari wasit, karena memang pelanggaran yang dilakukan pemain Thailand itu layak untuk di hadiahi kartu.
Dengan kekalahan ini, Thailand harus berkemas lebih awal. Karena pertandingan terakhir Grup A melawan Singapura tidak akan bisa membantu Thailand mengejar poin Indonesia dan Malaysia.
Di pertandingan terakhir Grup A, Indonesia akan bertemu Malaysia. Meskipun sudah memegang satu tiket semifinal, pertandingan ini sepertinya tetap akan berlangsung “panas”.
Selain memperebutkan posisi teratas Grup A. Pertandingan ini juga mengingatkan final AFF. Dimana Indonesia di kalahkan Malaysia dengan agregat gol 2-4. Inilah kesempatan Garuda Muda membalaskan dendam seniornya.
Harapan pencinta sepakbola Indonesia kembali melambung. Kerinduan akan gelar juara dari Timnas Indonesia kembali membumbung. Setelah 3 pertandingan yang di lewati Garuda Muda dengan hasil sempurna, dukungan dan harapan suporter Indonesia terus bertambah. Semua mengharapkan Garuda Muda bisa untuk meraih hasil terbaik dengan menjadi  juara di ajang bergengsi ini.
Terus semangat Garuda Muda. Lanjutkan kemenangan. Singkirkan siapapun lawan. Tahun ini Indonesia Pasti Bisa!

Sumber: blogdetik.com

Minggu, 13 November 2011

Sejarah Prestasi Timnas Indonesia

66 tahun yang lalu Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tentunya usia yang sudah cukup panjang bagi tim nasional Indonesia untuk mencatat sejarah. Apa saja yang sudah ditorehkan Tim Merah Putih dalam 66 tahun kemerdekaan?

Tim nasional Indonesia (senior) sejatinya sudah terbentuk saat negara ini belum merdeka. Saat itu karena masih dalam penjajahan Belanda, timnas mengusung nama Dutch East Indies atau Hindia Belanda. Tim Hindia Belanda sempat berpartisipasi dalam Piala Dunia 1938 Prancis dan langsung kandas di babak pertama karena kalah 0-6 dari Hungaria.

Sejarah mencatat, pertandingan pertama timnas di bawah kendali PSSI berawal pada 4 Maret 1951. Saat itu di ajang Asian Games Indonesia takluk 0-3 dari India.

Prestasi timnas yang paling diingat adalah saat berpartisipasi di Olimpiade 1956. Saat itu Indonesia sanggup menahan imbang 0-0 Uni Soviet yang diperkuat bintang-bintang ternama dari mulai kiper Lev Yashin, Igor Netto dan Eduard Streltsov.

Era 1954-1964 Indonesia memang cukup tangguh di bawah pelatih Yugoslavia, Anton Pogacnic. Tim Merah Putih sempat melaju ke babak semifinal Asian Games 1958 dan 1962.

Gelar internasional pertama yang direbut Indonesia didapat dari ajang SEA Games 1987 yang dihelat di Indonesia. Indonesia yang dilatih pelatih lokal, Bertje Matulapelwa merebut medali emas usai menaklukkan Malaysia 1-0 di partai puncak. Gol tunggal saat itu dicetak oleh Ribut Waidi.

Di ajang Piala Asia, sudah 4 kali berpartisipasi pada 1996, 2000, 2004, 2007. Sayangnya dari 4 partisipasi tersebut, timnas selalu terhenti di babak penyisihan grup.

Sementara itu di Piala AFF (dulu Piala Tiger) yang merupakan kejuaraan antar negara Asia Tenggara, Indonesia belum pernah meraih juara. Prestasi tertinggi timnas adalah menjadi runner-up pada 2000, 2002, 2004, dan 2010.

Gelar terakhir yang diperoleh timnas adalah Piala Kemerdekaan 2008. Saat itu Indonesia keluar menjadi juara usai Libya yang menjadi lawan di partai puncak dinyatakan kalah WO.

Berikut ini gelar yang diraih Indonesia:

SEA Games
1987 dan 1991

Piala Kemerdekaan
1987, 2000, dan 2008

Sember: VIVAnews

Kamis, 10 November 2011

Pemain Muda Indonesia Direkrut Espanyol

 

Jakarta - Nama Arthur Irawan mungkin belum dikenal luas publik sepakbola Indonesia. Tetapi bakat Arthur setidaknya sudah membuat dirinya kini berlabuh di klub La Liga Primera Spanyol, Espanyol.

Sebelum ini nama Arhur terdengar di dunia sepakbola Indonesia setelah dirinya mengikuti seleksi timnas U-23 bulan Januari 2011 lalu. Ketika itu ia tidak terpilih.

Beberapa bulan berselang, nama pemain kelahiran Surabaya 3 Maret 1993 tersebut muncul lagi. Kamis (10/11/2011), Espanyol mengumumkan sudah merekrut Arthur.

"Di dalam sepakbola yang kian kompetitif, pencarian bakat-bakat muda sudah melintasi batas-batas jarak dan melatih pemain muda guna melatih mereka untuk menjadi pemain elit di masa depan telah menjadi faktor kunci dalam pengembangan sepakbola di masa depan," sebut Espanyol di situs resminya.

"Perekrutan terakhir dari Espanyol, Arthur Irawan, adalah seorang pemain muda menjanjikan dari sepakbola Indonesia. Arthur mulai bermain di Jakarta selama 8 tahun layaknya bocah-bocah lain pada umumnya dan sempat menarik minat Manchester United pada usia dini. Tapi ia dan keluarganya lebih memilih untuk terus menjalani studi," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelum ini, Arthur sempat tercatat membela klub Lytham Town yang merupakan klub divisi amatir Inggris. Diboyong Espanyol, klub yang kini menghuni posisi tujuh papan klasemen kompetisi teratas di Spanyol, jelas merupakan sebuah lompatan positif.

"Tantangan yang ada saat ini, menurut staf kepelatihan, adalah untuk melihat bagaimana si pemain akan beradaptasi dengan kebutuhan dan gaya sepakbola elit Eropa," tulis situs Espanyol.

Sumber: detiksport.com

Sejarah Sepak Bola Indonesia

http://berkahlangkah.com/wp-content/uploads/2010/12/Permasalahan-Logo-Garuda-di-Kaos-Timnas-Indonesia.jpg

Tahun 1938 bangsa indonesia mengukir sejarah yaitu mengikuti piala dunia 1938. bukan Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, atau negara-negara besar lain di Asia yang pertama ikut Piala Dunia, tetapi Indonesia (yang pada tahun itu masih bernama Hindia Belanda). Walaupun langsung kandas di babak pertama, tapi pencapaian tersebut patut kita apresiasi dan dijadikan pemicu semangat untuk kembali tampil di piala dunia pada tahun-tahun mendatang. Yang mengejutkan bangsa indonesia masih menggunakan nama Hindia Belanda yaitu memaksa Uni Soviet raksasa sepak bola waktu itu ditahan IMBANG dengan skor 0-0 di moskow.
Pemain2 yang membela hindia belanda Mereka adalah Sutan Anwar, Tan Djien, Frans Meeng, Jack Sanniels, A Nawir, Tan Mo Heng, Henks Sommers, Suvarte Soedermadji, Tjaak Pattiwael, Frans Hu Kom dan Hans Taihuttu.
Sayangnya debut indonesia di piala dunia
mengecewakan yaitu kekelahan super telak dari hungaria 6-0
Berdasarkan fakta tersebut kita boleh berbangga bahwa setidaknya Indonesia adalah bangsa Asia pertama yang tampil di Piala Dunia.
tapi bibit2 pemain yang masih kecil kecil di masa depan semoga dapat mengulangi kejayaan indonesia waktu dulu dan bisa ke piala dunia dan bisa menjadi juara!!

Selasa, 08 November 2011

Indonesian All Star Team Juara di Milan


 
 
Milan - Bendera Merah Putih dipastikan kembali berkibar di hadapan publik San Siro, Milan, Italia setelah Indonesian All Star Team (IAST) mempertahankan gelar juara Intesa Sanpaolo Cup 2011.

Ini merupakan kedua kalinya IAST menjuarai turnamen sepak bola kelompok umur 12 -14 tahun. Intesa Sanpaolo Cup sendiri merupakan turnamen tahunan yang menyedot perhatian di Milan Junior Camp Day.

Cuaca dingin dan hujan deras yang mengguyur Vismara Sport Center sepanjang hari, tidak menganggu langkah anak-anak Indonesia menuju tangga juara. Pada pertandingan pertama babak grup yang dimulai Sabtu, 5 November 2011 waktu setempat, IAST menghadapi tim gabungan anak-anak yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa Timur. Hasilnya mereka menang dengan skor 1-0.

Kemenangan itu pun menjadi modal penting bagi IAST untuk melaju ke babak berikutnya. Lawan yang mereka hadapi selanjutnya adalah tim gabungan Amerika Tengah. Pada laga ini, tiga pemain berusia 15 tahun diizinkan untuk diturunkan, yakni Gavin Kwan Adsit, Sabeg Fahmi Fachrezy dan M. Maulid.

Sabeg yang juga anggota timnas U-16 Indonesia tampil brilian. Ia mampu membukukan hat-trick 12 menit pertama pertandingan. Lalu, berturut-turut Maulid, Rosi Nuril (dua gol), Dhanu Saputra, Hamzah Risfian, dan Fallen bergantian mencetak gol.

Dalam laga terakhir babak grup, IAST menorehkan kemenangan 2-1 atas tim gabungan pemain-pemain Eropa. Mereka mencatat sembilan poin sempurna dari tiga pertandingan sekaligus keluar juara grup.

Melajulah mereka ke laga puncak, di mana mereka bertemu dengan juara grup lainnya yang terdiri dari pemain-pemain asal Venezuela dan Brasil.

Hasilnya? Sempat mendapat perlawanan ketat, IAST justru unggul lebih dulu melalui gol Adnan. Di babak kedua, gol yang dihasilkan Rosi Nuril memastikan IAST kembali menjuarai Intesa Sanpaolo Cup 2011.

"Kami bangga dengan prestasi yang diraih Indonesian All Star Team 2011 mampu mempertahankan gelar juara dunia di ajang tersebut seperti yang telah diraih oleh Indonesian All Star Team 2010.” ujar Corporate Secretary Pertamina, Hari Karyuliarto, yang mendampingi rombongan berlaga di Milan Italia, dalam rilis yang diterima

MU dan Barcelona Buru Andrigo


Manchester United dan Barcelona sedang memburu pemain berumur 15 tahun asal klub Brazil, Internacional, bernama Andrigo Oliveira de Araujo.
Menurut Daily Mirror, Andrigo mulai menyita perhatian MU dan Barcelona saat tampil di sebuah turnamen di Manchester. Tak lama kemudian, Ferguson langsung mengundang Andrigo menjalani tes di Old Trafford.
Barcelona juga tidak mau kalah. Kabarnya, Barca juga mulai melakukan pendekatan terhadap Andrigo.
Andrigo merupakan salah satu pemain yang memiliki talenta terbaik di Internacional saat ini. Sebelumnya, Internacional juga sudah menciptakan pemain-pemain berbakat seperti Carlos Dunga, Alexandre Pato, dan Sandro.

Minggu, 06 November 2011

Sir Alex Ferguson





Sir Alexander Chapman "Alex" Ferguson CBE (lahir 31 Desember 1941 di Govan, Glasgow) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang saat ini sedang menangani Manchester United F.C., di mana dia telah bertugas lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam permainan, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah menangani Manchester United sejak tanggal 6 November 1986 sampai sekarang, menggantikan Ron Atkinson. Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 10 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali, Fergie juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar Liga Inggris sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001). Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang pernah memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali.

Manchester United

Manchester United F.C. (biasa disingkat Man Utd, Man United atau hanya MU) adalah sebuah klub sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester,
Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.
Meski sejak dulu telah termasuk salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Manchester United meraih dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan Sir Alex Ferguson - dominasi dengan skala yang tidak terlihat sejak berakhirnya era Liverpool F.C. pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership di tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan dua belas kali merebut trofi juara.
Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008).
Sejak musim 86-87, mereka telah meraih 22 trofi besar - jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara klub-klub Liga Utama Inggris. Mereka telah memenangi 19 trofi juara Liga Utama Inggris (termasuk saat masih disebut Divisi Satu). Pada tahun 1968, mereka menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa, setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1, dan mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999 dan sekali lagi pada tahun 2008 setelah mengalahkan Chelsea F.C. di final. Mereka juga memegang rekor memenangi Piala FA sebanyak 11 kali.[4] Pada 2008, mereka menjadi klub Inggris pertama dan klub Eropa kedua yang berhasil menjadi Juara Dunia Antarklub FIFA.
Pada 12 Mei 2005, pengusaha Amerika Serikat Malcolm Glazer menjadi pemilik klub dengan membeli mayoritas saham yang bernilai £800 juta (US$1,47 milyar) diikuti dengan banyak protes dari para pendukung fanatik.